Angin Kecil

>> 19/05/14

Faliq Ayken


Di balik nafasmu,
kudengar suara tersengal-sengal
Angin mulutku mungkin bisa masuk ke mulutmu,
agar nafas kita bersatu, disatukan air liur kehidupan

Matamu terbuka,
Pelan-pelan kaulihat bibirmu di bibirku
Tarikan nafas kita tak beraturan
kadang pendek, kadang panjang

Tiba-tiba matamu mataku tertutup
tak lihat apapun, kecuali merasakan
angin-angin kecil yang keluar
dari pernafasan kita

Dada berdegup kencang,
mulut berteriak panjang


Pondok Petir,
Sabtu, 3 Mei 2014

0 komentar:

  © KOLIBÉT Komunitas Literasi Alfabét by Ourblogtemplates.com 2014

Log In